Mengatasi gangguan pendengaran anak Anda dengan intervensi dini

Evaluasi Pendengaran Pada Anak-Anak

Pemeriksaan pendengaran untuk anak biasanya tidak sesederhana tes pendengaran untuk orang dewasa. Maka, hearing care professional  terlatih dengan teknik-teknik tertentu untuk mengevaluasi pendengaran anak. Boneka, mainan dan cahaya digunakan di dalam ruangan pemeriksaan untuk membantu mendapatkan respon anak terhadap nada-nada lembut, suara, maupun kata-kata. Anak yang diperiksa mungkin diminta untuk menggunakan headphone atau mendengarkan suara-suara di dalam ruangan dengan speaker.

Semua anak-anak dari yang baru lahir hingga remaja dapat diperiksa untuk gangguan pendengaran.

  • Di bawah 5 tahun:
    Jika anak Anda harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut seperti:

    • Respon Batang Otak Pendengaran (Auditory Brainstem Response /ABR)
      Auditory Brainstem Response (ABR) adalah tes pendengaran yang mengukur respon otak terhadap suara. ABR biasanya dijalani bayi, balita dan anak-anak yang tidak menanggapi suara yang mereka dengar dengan baik, secara verbal maupun sikap. ABR menggunakan stiker-stiker kecil yang ditempelkan pada kulit kepala dan headphone yang ditempatkan pada tiap telinga. Anak harus tetap tertidur selama tes berjalan. Hearing Care Profesional akan menerjemahkan tanggapan-tanggapan yang diukur dan menentukan tingkat pendengaran masing-masing telinga si anak. Tes ABR tidak menyebabkan rasa sakit bagi anak dan dapat berlangsung selama 30 menit hingga 2 jam.
    • Emisi Akustik Telinga (OtoAcoustic Emission / OAE)
      Tes OtoAcoustic Emission mengukur kesehatan telinga bagian dalam, saraf pendengaran, dan fungsi koklea.
Bera Anak-Anak @ SOUNDLIFE
  • 5 tahun ke atas:
    Jika anak Anda dapat berkomunikasi dan memahami instruksi yang diberikan, biasanya pemeriksaan pendengaran Audiometri Nada Murni (Pure Tone Audiometry) akan dilakukan sebagai pemeriksaan awal. Tergantung pada hasilnya, anak Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes pendengaran lainnya untuk anak-anak, seperti:

    • Pemeriksaan Pendengaran Sistem Auditori (Auditory Processing Disorders / APD)
      Tes ini biasanya dirujuk untuk anak-anak dengan kesulitan belajar dan mengingat (mengikuti arahan dan menunjukkan sikap yang menghalangi pemahaman pendengaran). Tes pendengaran menentukan adanya kerusakkan pemrosesan pada jalur yang dilalui sinyal pendengaran dari telinga ke otak.
    • Tes Pemahaman Wicara (Speech Discrimination Testing)
      Speech Discrimination Testing menentukan seberapa baik anak dapat mendengar dan memahami wicara.Tes ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan pada saraf pendengaran dan juga menentukan seberapa baik alat bantu dengar dapat membantu.
    • Tympanometry Immittance Testing
      Tympanometry Immittance Testing mengevaluasi fungsi telinga bagian tengah dengan menguji seberapa baik gendang telinga dan tulang telinga bergetar sehingga dapat mendeteksi lokasi gangguan pendengaran.