Kotoran telinga punya reputasi yang buruk.
Banyak orang menganggapnya:
- Jorok
- Kotor
- Tidak higienis
Bahkan sekarang media sosial dipenuhi video membersihkan telinga yang entah kenapa terasa menjijikkan tapi juga memuaskan ditonton.
Akibatnya, banyak orang mulai berpikir bahwa telinga yang sehat adalah telinga yang benar-benar “bersih tanpa kotoran.”
Padahal ilmu pendengaran modern justru mengatakan hal yang sebaliknya:
Dan terlalu sering membersihkannya justru bisa membuat telinga lebih bermasalah.
Kotoran Telinga Itu Bukan “Kotoran”
Ini salah satu salah paham terbesar.
Kotoran telinga bukan sisa debu atau tanda telinga kotor.
Dalam dunia medis, earwax disebut cerumen.
Zat ini memang diproduksi secara alami oleh kelenjar di dalam liang telinga.
Peneliti dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa earwax sebenarnya punya banyak fungsi penting untuk melindungi telinga.
Fungsinya antara lain:
- Menangkap debu dan partikel kecil
- Melindungi kulit liang telinga
- Membantu mengurangi pertumbuhan bakteri
- Menjaga kelembapan telinga
- Mengurangi iritasi
Dengan kata lain:
Telinga Sebenarnya Bisa Membersihkan Diri Sendiri
Ini bagian yang sering membuat orang kaget.
Telinga manusia punya sistem “self-cleaning.”
Kulit di dalam liang telinga perlahan bergerak keluar secara alami sambil membawa sisa earwax dan debris.
Gerakan rahang saat:
- Mengunyah
- Berbicara
- Menguap
juga membantu mendorong earwax keluar secara alami.
Peneliti dari University of Sydney menggambarkan telinga sebagai sistem yang sebenarnya cukup pintar merawat dirinya sendiri — selama tidak terlalu sering diganggu.
Dan di sinilah muncul “aha moment”-nya:
Cotton Bud Justru Sering Membuat Earwax Makin Masuk ke Dalam
Ironisnya, banyak orang mengalami sumbatan earwax justru karena terlalu rajin membersihkan telinga.
Cotton bud biasanya hanya mengambil sedikit wax di bagian luar.
Sisanya malah terdorong makin dalam.
Lama-lama ini bisa menyebabkan:
- Telinga terasa tersumbat
- Pendengaran jadi muffled
- Berdenging
- Rasa penuh di telinga
- Tidak nyaman
Dokter THT di seluruh dunia terus mengingatkan agar tidak memasukkan benda ke dalam liang telinga terlalu dalam.
Ada kalimat terkenal di dunia medis:
Earwax Membantu Melindungi dari Infeksi
Liang telinga sebenarnya cukup sensitif.
Tanpa perlindungan earwax, kulit di dalam telinga bisa menjadi:
- Kering
- Iritasi
- Meradang
- Lebih mudah terkena infeksi
Peneliti dari National University of Singapore dan peneliti hearing di Asia menemukan bahwa earwax memiliki sifat protektif yang membantu membuat lingkungan telinga lebih sulit ditumbuhi bakteri dan jamur.
Earwax juga sedikit bersifat asam, yang membantu menjaga keseimbangan alami telinga.
Kalau terlalu sering dibersihkan, keseimbangan ini bisa terganggu.
Ternyata Jenis Earwax Tiap Orang Bisa Berbeda
Ini fakta yang cukup menarik.
Jenis kotoran telinga ternyata dipengaruhi faktor genetik.
Secara umum ada dua jenis utama:
- Wet earwax
- Dry earwax
Dry earwax lebih sering ditemukan pada populasi Asia Timur, sedangkan wet earwax lebih umum pada populasi Eropa dan Afrika.
Peneliti dari The University of Tokyo mempelajari variasi genetik yang menyebabkan perbedaan ini.
Dan bagi banyak orang, mengetahui bahwa jenis earwax itu “turunan keluarga” sering menjadi fakta yang mengejutkan.
Kenapa Ada Orang yang Produksi Earwax Lebih Banyak?
Produksi earwax tiap orang memang berbeda.
Ada yang hampir tidak pernah bermasalah.
Ada yang cepat sekali menumpuk.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan penumpukan earwax:
- Liang telinga sempit
- Penggunaan hearing aid
- Pemakaian earbuds
- Faktor usia
- Kebiasaan memakai cotton bud
- Faktor genetik
Dan yang menarik, terlalu sering membersihkan telinga justru kadang membuat masalah earwax makin parah.
Earbuds dan Hearing Aid Bisa Memengaruhi Earwax
Gaya hidup modern ternyata ikut mengubah pola earwax.
Peneliti di Singapura dan Australia menemukan bahwa penggunaan earbuds terlalu lama dapat:
- Mengurangi ventilasi alami telinga
- Menjebak kelembapan
- Mengganggu pergerakan earwax
- Mendorong wax makin ke dalam
Hal serupa juga bisa terjadi pada hearing aid karena ada benda yang berada di liang telinga dalam waktu lama.
Bukan berarti earbuds atau hearing aid itu buruk.
Tapi perawatan telinga menjadi lebih penting.
Kapan Earwax Menjadi Masalah?
Earwax normal itu sehat.
Tapi kalau terlalu menumpuk, memang bisa mengganggu.
Gejalanya bisa berupa:
- Pendengaran terasa tertutup
- Suara jadi kurang jelas
- Berdenging
- Telinga gatal
- Hearing aid berbunyi feedback
- Kadang terasa sedikit pusing
Peneliti dari pusat hearing di Inggris dan Singapura menyebut bahwa impacted earwax adalah salah satu penyebab paling umum gangguan pendengaran sementara yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Dan banyak orang kaget betapa “jernihnya” suara setelah wax dibersihkan dengan aman.
Ear Candling Tidak Direkomendasikan
Walaupun populer di internet, ear candling sebenarnya tidak direkomendasikan oleh banyak dokter THT.
Peneliti di Amerika, Australia, dan Eropa menemukan bahwa metode ini tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Bahkan bisa menyebabkan:
- Luka bakar
- Sumbatan wax
- Cedera telinga
- Kerusakan gendang telinga
Karena itu banyak hearing care consultant dan dokter THT menyarankan untuk menghindarinya.
Kenapa Orang Tua Lebih Sering Mengalami Sumbatan Earwax?
Seiring bertambah usia, earwax biasanya menjadi:
- Lebih kering
- Lebih keras
- Lebih sulit keluar alami
Di saat yang sama, orang dewasa lebih sering:
- Menggunakan hearing aid
- Menggunakan earbuds
- Memiliki liang telinga yang lebih sempit
Kombinasi ini meningkatkan risiko penumpukan earwax.
Earwax Ternyata Bisa Memengaruhi Emosi Juga
Ini mungkin terdengar aneh.
Tapi saat pendengaran tiba-tiba terasa tertutup karena earwax, banyak orang merasa:
- Cemas
- Frustrasi
- Cepat lelah saat ngobrol
- Menarik diri dari percakapan
Sebagian bahkan takut mengalami hearing loss permanen sebelum akhirnya sadar bahwa penyebabnya hanya sumbatan earwax.
Karena saat pendengaran terganggu, komunikasi sehari-hari ikut terdampak.
Cara Teraman Mengelola Earwax
Untuk sebagian besar orang:
Telinga sehat biasanya bisa mengatur earwax sendiri.
Yang umumnya disarankan:
- Hindari membersihkan terlalu dalam
- Jangan terlalu sering memakai cotton bud
- Biarkan telinga melakukan self-cleaning
- Periksa ke profesional bila terasa tersumbat
Hearing care consultant biasanya dapat membantu dengan:
- Microsuction
- Pembersihan khusus
- Pemeriksaan telinga profesional
sesuai kondisi masing-masing.
Kotoran Telinga Bukan Tanda Telinga Kotor
Ini mungkin bagian paling penting.
Earwax bukan tanda kebersihan yang buruk.
Justru tanda bahwa telinga bekerja dengan normal.
Tubuh menciptakan earwax untuk melindungi salah satu sistem sensorik paling sensitif yang kita miliki.
Dan kadang…
telinga yang paling sehat bukan telinga yang terlihat paling “bersih.”
Tetapi telinga yang cukup dibiarkan bekerja sebagaimana mestinya.
Jika telinga terasa tersumbat, pendengaran mendadak terasa muffled, atau Anda tidak yakin apakah earwax memengaruhi pendengaran Anda, konsultasikan dengan hearing consultant kami dan nikmati konsultasi GRATIS 10 menit tanpa kewajiban pembelian.
- WhatsApp: (0815) 1353-8888
- Chat: https://soundlife.id/chat

