Kita sering mendengar orang bilang, “Mungkin cuma kotoran telinga,” saat mengalami gangguan pendengaran di salah satu telinga. Dan memang, kotoran telinga bisa jadi penyebabnya. Tapi tidak selalu.
Ada kondisi yang jarang terdengar tapi cukup serius — namanya cholesteatoma. Bukan kanker, tapi bisa merusak pendengaran secara permanen jika tidak ditangani.
Yuk, kenali lebih jauh tentang cholesteatoma: pengertiannya, gejalanya, dan kenapa penting untuk periksa telinga.
Apa Itu Cholesteatoma?
Cholesteatoma adalah pertumbuhan jaringan kulit yang terjadi di dalam telinga tengah. Walau terdengar seperti “tumor”, cholesteatoma bukan kanker. Tapi pertumbuhannya bisa menghancurkan bagian-bagian penting di dalam telinga, termasuk gendang telinga dan tulang-tulang kecil yang membantu kita mendengar.
Pertumbuhan ini terjadi perlahan dan tidak terasa, jadi banyak orang baru sadar saat sudah mulai terjadi gangguan pendengaran.
Apa Penyebabnya?
Ada dua jenis cholesteatoma:
- Bawaan (Kongenital): Sudah ada sejak lahir, biasanya ditemukan pada anak-anak yang sebelumnya tidak punya riwayat infeksi telinga.
- Didapat akibat kondisi tertentu: Lebih sering terjadi. Umumnya muncul setelah infeksi telinga kronis atau masalah pada saluran Eustachius.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Cholesteatoma kadang tidak bergejala di awal. Tapi jika dibiarkan, bisa muncul tanda-tanda berikut:
- Pendengaran terganggu di satu telinga
- Telinga terasa penuh atau tertekan
- Cairan bau keluar dari telinga
- Pusing atau tidak seimbang
- Infeksi telinga yang sering kambuh
Siapa yang Bisa Mengalami?
Cholesteatoma bisa dialami siapa saja — baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa.
Faktanya:
- Anak-anak yang sering infeksi telinga lebih berisiko
- Studi di Inggris dan Denmark menyebutkan lebih banyak kasus pada pria, tapi perempuan juga banyak yang mengalami
- Di Arab Saudi, hampir 50% pasien cholesteatoma adalah perempuan (Sumber: PubMed)
Apakah Bisa Didiagnosis Sendiri?
Sulit. Cholesteatoma tidak terlihat dari luar. Bahkan dokter pun tidak bisa melihatnya tanpa alat khusus. Dibutuhkan alat seperti video otoskop yang memungkinkan kita melihat bagian dalam telinga dengan jelas.
Tes pendukung lainnya:
- Tympanometri – mengukur tekanan di telinga tengah
- Audiometri – mengukur ambang pendengaran
- CT Scan – untuk melihat apakah ada kerusakan tulang telinga
Bagaimana Pengobatannya?
Cholesteatoma tidak bisa sembuh sendiri. Biasanya perlu ditangani dengan operasi:
- Mastoidectomy: Mengangkat jaringan yang terinfeksi
- Tympanoplasty: Memperbaiki gendang telinga atau tulang pendengaran
Setelah operasi, pasien perlu rutin kontrol untuk mencegah kambuh.
Contoh Nyata: Kasus Ibu Michelle
Kami sering menerima pasien yang datang dengan keluhan pendengaran di satu telinga. Banyak yang mengira hanya kotoran telinga.
Begitu juga dengan Ibu Michelle. Saat diperiksa, gendang telinganya tidak terlihat. Kami menggunakan video otoskop agar beliau bisa lihat langsung.
"Ini bukan kotoran telinga, Bu. Kemungkinan besar ini cholesteatoma — pertumbuhan kulit di telinga tengah," kami jelaskan.
Untungnya, kondisi ini cepat terdeteksi. Ibu Michelle langsung dirujuk ke spesialis THT, dan karena masih tahap awal, peluang pemulihannya besar.
Kesimpulan: Jangan Sepelekan Pendengaran Sebelah yang Terganggu
- Gangguan pendengaran sebelah bukan selalu karena kotoran telinga
- Cholesteatoma bisa menyerang siapa saja
- Diperlukan alat khusus untuk melihatnya
- Penanganan lebih cepat = risiko lebih kecil
Hubungi SOUNDLIFE Hearing Center:
- Telepon / WhatsApp: (0815) 1353-8888
- Chat online: https://soundlife.id/chat
Konsultasi tanpa tekanan, hanya edukasi dan solusi yang jujur. Karena telinga Anda layak mendapat perhatian penuh.

